Kamis, 16 Februari 2017

Setiap tradisi spritual di dunia ini menyertakan doa. Selama ribuan tahun, orang telah membuka hati mereka untuk menerima kehadiran Yang Maha Kuasa melalui doa, semacam sambungan langsung dengan Ilahi.


Seperti meditasi, doa pun dapat bermacam-macam bentuknya. Pada saat-saat sulit, kita berdoa untuk meminta diberikan kenyamanan, bimbingan, bahkan kesembuhan, baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang-orang yang kita cintai. Di saat lain, ketika keindahan, cinta, atau perasaan syukur meliputi diri kita, kita tergerak untuk mempersembahkan doa untuk mengucapkan terimakasih dan puja-puji. Hal apa saja yang mengilhami kita untuk berdoa sebenarnya tidak penting—doa itu sendirilah yang menghubungkan kita dengan Yang Maha Agung.


Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa doa berpengaruh besar pada kebahagiaan, dan beribu-ribu orang melaporkan bahwa doa telah meningkatkan perasaan tenteram yang mereka alami, kepuasan hidup, serta perasaan bahagia pada umumnya. Doa juga dapat berpengaruh pada orang lain, bahkan juga dari kejauhan. Menurut penelitian, doa untuk orang lain yang disampaikan dari jarak jauh berpengaruh positif pada kecepatan pemulihan dan penyembuhan pasien rumah sakit.


Dalam bukunya Healing Words (Kata-kata penyembuh), Larry Dossey, MD, salah seorang pakar dunia terkemuka dalam bidang pertautan antara spritualitas dan kesehatan, menjelaskan percobaan yang diselenggarakan oleh Spindrift Organization of Salem, Oregon, yang mengukur pengaruh doa  pada sistem biologis sederhana seperti benih yang sedang bertunas dan biakan khamir (ragi). Penelitian ulangan menunjukkan bahwa benih  yang dikirimi doa bertunas lebih cepat daripada benih identik yang tidak didoakan, dan bahwa jumlah doa juga merupakan faktor penting dalam keampuhannya. Temuan yang paling memukau dalam penelitian Spindrift adalah bahwa doa yang disampaikan secara tidak langsung, yang semata-mata memohon terlaksananya keinginan Allah atau memohon diberikan yang terbaik, ternyata lebih mujarab daripada doa yang disampaikan secara langsung, yang memohon hasil yang spesififk.


Disaat kita memupuk hubungan dengan Yang Maha Kuasa, berarti kita semakin lama mulai semakin mengakui bahwa kehadiran Kekuatan Hebat itu mendasari segala sesuatu yang mengelilingi kita. Meluangkan waktu setiap hari untuk menemukan sesuatu yang oleh penyair TS Eliot disebut “titik diam yang memutar dunia” adalah bagian yang amat penting dalam teka-teki Bahagia Tampa Alasan.


Terimakasih
Salam Sehat Jiwa

0 komentar:

RANCUPSIKOANALISA

Popular Posts

KLIK UNTUK MELIHAT DIAZEPAM

Free Retweets

TRACE & TRACKING

JUAL OBAT KALEM YOUTUBE

KLIK: Tanda-Tanda Schizophrenia ???

Free Traffic ist ein soziales Netzwerk.(Gratis) Kostenlos anmelden.