Senin, 15 Agustus 2016

Ketika dia bekerja sebagai konsultan untuk perusahaan x dia selalu terkagum-kagum mendengar orang membicarakan tidur seakan-akan kegiatan itu diperlombakan. Seoarang eksekutuif wanita berkata, “bagiku sudah cukup tidur lima jam setiap semalam.” Rekannya menimpali, “Benarkah? Aku tidak pernah tidur selama lebih dari empat jam setiap malam.” Mereka membanggakan diri dengan mengatakan bahwa jika sedang banyak pekerjaan, mereka memangkas jam tidur mereka dua jam lagi agar bisa menyelesaikan pekerjaan. Orang yang paling sebentar tidurnya jadi pemenangnya.


Tidur adalah cara alami untuk mengisi kembali baterai kita. Meskipun kita semua tahu bahwa kita merasa bahagia apabila kita cukup tidur, tanyailah kebanyakan orang apakah mereka cukup tidur selama delapan jam di malam hari, dan biasanya mereka menanggapi pertanyaan kita dengan tertawa. Siapa yang punya waktu, begitu merekaq menjawab, sementara di TV adaca film bagus, ada tagihan listrik, air, dan telepon yang harus dibayar, anak-anak yang diurus, aneka masalah yang harus dipikirkan.


Tidak cukup tidur sama sekali bukan hal patut dibanggakan. Menurut Pusat Pengendalian dan Peyakit , terdapat hubunan yang erat antara jumlah tidur yang nyenyak dan tingkat kebahagiaan. Aku sungguh tercengang ketika membaca penelitian Desember 2004 dalam jurnal Scince yang melaporkan bahwa kualitas tidur kita jauh lebih berpengaruh pada kemampuan kita menikmati hari daripada gaji ataupun status perkawinan. Siapa yang mengira bahwa tidur bisa mengalahkan gaji dan pasangan hidup ?


Aku menerapkan kearifan Ayurvedic (Ayurveda adalah tradisi kedokteran kuno India) bahwa “tidur satu jam sebelum tengah malam sama nilainya dengan tidur dua jam setelah tengah malam.” Suatu kali aku menemui dokter Ayurvedic, seorang lelaki kecil yang tinggi tubuhnya tidak setinggi tubuhku, yang usianya aling sedikit 100 tahun. Kulitnya keriput seperti kulit ismis, tapi rambutnya masih ada, senyumnya lebar, dan matanya adalah mata paling berbinar yang pernah kulihat. Katanya, jika aku merasa tidak bahagia, cobalah tidur sebelum jam 22.00 (yang ideal selambat-lambatnya jam 21.00) selama tiga malam berterut-turut, lalu perhatikan bagaimana perasaanku. Setiap kali aku melakukan nasihat itu, kutemukan dunia yang benar-benar baru pada hari ketiga. Aku kembali menjadi seorang yang cergas, ceria, dan rileks! Aku menyebutnya “mengejar kereta malaikat jam 10.” Dan jelas ini adalah salah satu kebiasaan bahagia yang paling kusukai. Selama bertahun-tahun, aku sudah menyarankan hal ini kepada banyak orang, dan setiap orang yang sudah melakukannya menyampaikan ucapan terima kasih yang penuh semangat kepadaku.
Sebagai percobaan untuk minggu depan, prioritaskan untuk tidur nyenyak di malam hari.
Untuk membangkitkan energi tubuh, kembalilah ke tiga panduan dasar ini: Usakan gar tubuh terus bergerak, tariklah napas dalam-dalam, dan cukuplah beristirahat.  

0 komentar:

RANCUPSIKOANALISA

Popular Posts

KLIK UNTUK MELIHAT DIAZEPAM

Free Retweets

TRACE & TRACKING

JUAL OBAT KALEM YOUTUBE

KLIK: Tanda-Tanda Schizophrenia ???

Free Traffic ist ein soziales Netzwerk.(Gratis) Kostenlos anmelden.