Minggu, 28 Agustus 2016

Pikiran adalah tempat bagi dirinya sendiri, dan didalamnya dapat tercipta surga Neraka, neraka Surga; begitu menurut John Milton, seorang pujangga besar dari Inggris. Tulisan berikut ini merupakan sebuah penjelasan yang menyedihkan, mengapa menyedihkan ? Karena, penjabaran berikut ini mestinya penjelasan terperinci  dengan ragam bahasa ilmiah tentunya dengan banyak sekali istilah yang membuat kita harus sering banyak membuka-buka kamus. 


Entah bagaimana dengan Anda? Namun sungguh penjelasan seperti ini membuat mataku berair dan pikiranku ingin terbang untuk nyantai ke Kepulauan Bahama :) Karena itu, izinkan aku menyampaikan gambaran yang sangat ringkas saja tentang sistem alarm otak dan dampaknya pada tubuh kita.

Manakala amigdala memberikan sinyal lawan-atau-lari, tubuh kita langsung membuat debar jantung semakin kencang, terjadi banjir adrenalin, dan membuat hormon stres lainnya mengalir deras memasuki aliran darah. Adneralin itu, katanya; menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jim McGaugh dari University of California-Irvine, menciptakan kenangan yang lebih kuat dalam otak daripada yang dilakukan oleh hormon kebahagiaan. Nah loo.. ! Silahkan Anda membuat hipotesa sendiri. Oke dilanjut.. 


Yang membuat hal ini semakin menjadi masalah adalah karena banyak di antara kita yang amigdala-nya terlalu aktif: amigdala itu terlalu mudah dan terlalu sering memicu pelepesan adrenalin. Istilah dari para ilmuwan menyebut hal ini sebagai memiliki amigdala “panas” dan mengatakan bahwa hal ini merupakan penghalang besar untuk merasa bahagia. Inilah sebabnya mengapa mereka cenderung cepat marah, mudah panik, dan sering membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sepele. Orang yang amigdala-nya paling panas adalah orang yang suka menarik perhatian, pemarah, mudah cemas, dan suka mengeluh. Oleh karena itu, jika hal ini sedang terjadi aku selalu meminum Merlopam.


Apabila amigdala sedang sangat aktif, jalur saraf negatif di otak kita melebar. Pikiran kita sarat oleh pikiran negatif, dan kita cemas, terus-menerus membayangkan kejadian yang tidak kita inginkan terjadi, menciptakan kegelisahan dan perasaan tidak bahagia dalam hidup kita. Kita menghantui diri sendiri dengan cerita-cerita dari Keyakinan Lama yang Membandel.

Memiliki amigdala panas juga menimbulkan implikasi kesehatan yang negatif: apabila amigdala kita terus menerus menekan tombol lawan-atau-lari, jumlah zat kimia penyebab stres yang dilepaskan ke dalam tubuh semakin banyak. Di dunia masa kini, harimau bertaring tajam dan panjang dari masa nenek moyang kita telah digantikan oleh hal-hal seperti kecelakaan lalu lintas yang nyaris kita alami, perselisihan dengan atasan atau sesama rekan kerja, dan pertengkaran dengan suami atau istri atau kekasih. Situasi sehari-hari ini memang memicu pelepasan hormon lawan-atau-lari, namun tidak mengharuskan kita lari melesat mencari tempat yang aman atau meninju orang sampai terkapar, kegiatan fisik yang dimasa lalu menghabiskan zat kimia pemicu stres yang sangat kuat itu. Alih-alih, zat kimia itu berkeliaran, lalu menumpuk menciptakan kelelahan dan penyakit yang menyerang tubuh kita. 


Jelas, memiliki sistem alarm yang terlalu aktif dapat mengganggu kesehatan dan secara tajam menurunkan setpoin bahagia-kecuali jika kita belajar untuk mengatasinya.


Salam Sehat Jiwa

0 komentar:

RANCUPSIKOANALISA

Popular Posts

KLIK UNTUK MELIHAT DIAZEPAM

Free Retweets

TRACE & TRACKING

JUAL OBAT KALEM YOUTUBE

KLIK: Tanda-Tanda Schizophrenia ???

Free Traffic ist ein soziales Netzwerk.(Gratis) Kostenlos anmelden.