Jumat, 26 Agustus 2016

Jika Anda memiliki penyakit Asma, sesak nafas atau bengek dan tiba-tiba penyakit ini kambuh pada saat yang tidak Anda  duga sebelumnya tentu sangat menyiksa diri. Asma merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus.


KETAMINE
Induksi ketamin pada prinsipnya sama dengan tiopental. Namun penampakan pasien pada saat tidak sadar berbeda dengan bila menggunakan barbiturat. Pasien tidak tampak “tidur”. Selengkapnya, silahkan bisa Anda baca di Ketamin Hameln atau Sepsial – K.


SODIUM CLORIDE
KA-EN 1B, KA-EN 3A & KA-EN 3B atau KA-EN MG3 Jenis dari cairan infus yang mengandung zat Sodium Klorida. Disini kita akan memanfaatkan zat sodium cloride tersebut. Sodium klorida dalam cairan infus tersebut berfungsi sebagai; membantu memenuhi kebutuhan pasien akan cairan dan elektrolit karena kandungan kaliumnya (pada KA-EN 3A mengandung kalium 10 mEq/L dan KA-EN 3B mengandung kalium 20 mEq/L) yang cukup walaupun pasien sudah melakukan ekskresi harian, membantu cairan elektrolit harian pasien maupun saat pasien mendapat asupan oral terbatas, memenuhi kebutuhan kalium pasien (20 mEq/L) dan sebagai suplemen NPC yang dibutuhkan pasien (400 kcal/L), dapat menjadi cairan elektrolit pasien pada kasus pasien yang sedang dehidrasi karena tidak mendapat asupan oral dan pasien yang sedang demam. Selain itu cairan ini bisa diberikan kepada bayi prematur maupun bayi yang baru lahir sebagai cairan elektrolitnya, dan sebagai pengganti cairan plasma isotonik yang hilang. Penggantian cairan pada kondisi alkalosis hipokloremia. 


Sodium chlorida sebagai inhibitor benih rekalsitran
(Klik tautan berikut lebih dalam tentang Sodium Chlorida)

Sodium Chlorida atau Natrium Chlorida (NaCl) yang dikenal sebagai garam adalah zat yang memiliki tingkat osmotik yang tinggi. Zat ini pada proses perlakuan penyimpanan benih recalsitran berkedudukan sebagai medium inhibitor yang fungsinya menghambat proses metabolisme benih sehingga perkecambahan pada benih recalsitran dapat terhambat. Dengan kemampuan tingkat osmotik yang tinggi ini maka apabila NaCl terlarut di dalam air maka air tersebut akan mempunyai nilai atau tingkat konsentrasi yang tinggi yang dapat mengimbibisi kandungan air (konsentrasi rendah)/low concentrate yang terdapat di dalam tubuh benih sehingga akan diperoleh keseimbangan kadar air pada benih tersebut. Hal ini dapat terjadi karena H2O akan berpindah dari konsentrasi yang rendah ke tempat yang memiliki konsentrasi yang tinggi. Hal ini merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi benih recalsitran, karena sebagaimana kita ketahui benih recalsitran yaitu benih yang memiliki tingkat kadar air yang tinggi dan sangat peka terhadap penurunan kadar air yang rendah. Kadar air yang tinggi menyebabkan benih recalsitran selalu mengalami perkecambahan dan berjamur selama masa penyimpanan atau pengiriman ketempat tujuan. Namun dengan perlakuan konsentrasi sodium chlorida (NaCl) maka hal ini dapat teratasi.
Selain itu, klorida juga membantu tubuh dalam membuang zat karbondioksida yang bersifat merusak kesehatan. Proses ini sendiri sangatlah kompleks dimana klorida mengubah karbondioksida menjadi substansi bernama karbonat yang lebih mudah luruh ke dalam darah. Oksigen dan karbondioksida adalah contoh bentuk unsur atau senyawa yang tidak mudah diluruhkan ke dalam cairan darah manusia. Oke. Dengan demikian kita memerlukan sebuah alat sebagai kompresor, yang dapat merubah cairan menjadi uap.


NEBULIZER
Nebulizer merupakan alat yang akan mengubah obat-obatan asma dari bentuk cairan (liquid) menjadi aerosol, sehingga dapat dengan mudah dihirup ke dalam paru-paru, seperti halnya bernapas biasa. Efektif digunakan untuk para penderita asma yang kesulitan menggunakan inhaler.


Bagaimana Cara Menggunakan Nebulizer?
Untuk menggunakan nebulizer, anda harus mempersiapkan:
Ketamine dan cairan infus (sodium klorida).
Nebulizer cup (cangkir tempat anda memasukkan obat).
Masker atau corong mulut.
Kompresor udara.
Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk mempersipkan dan menggunakan nebulizer:
Bersihkan tangan anda sebelum menggunakan nebulizer
Isi nebulizer dengan cairan infus (sodium klorida), campur dengan cairan Ketamin, 3 tetes atau 4 tetes saja.
Hubungkan corong atau masker ke nebulizer.
Hubungkan selang dari kompresor ke nebulizer.
Letakkan corong atau masker ke mulut, lalu bernapaslah dengan mulut (jika menggunakan corong) hingga obat dalam nebulizer cup habis. Biasanya obat dalam cup akan habis setelah 5-10 menit.


Setelah obat habis, bersihkan nebulizer cup dan corong atau masker dengan air, lalu keringkan untuk digunakan pada pengobatan berikutnya.



Tips:
Sebelum menghirup obat, posisikan duduk dengan dengan tegak di kursi yang cukup nyaman.


Bernapaslah dengan pelan dan dalam. Jika bisa, berikan jeda (menahan napas) 2-3 detik sebelum menghembuskan napas.


Selama proses berlangsung, jika obat menempel pada sisi nebulizer cup, anda bisa sedikit mengguncang pelan (menggunakan jari) cup agar obat (cairan) mengalir turun.
Anak kecil biasanya akan lebih nyaman jika menggunakan masker daripada corong. Menggunakan masker membuat pasien dapat bernapas dengan normal melalui hidung ataupun mulut.



Salam Sehat Jiwa


0 komentar:

RANCUPSIKOANALISA

Popular Posts

KLIK UNTUK MELIHAT DIAZEPAM

Free Retweets

TRACE & TRACKING

JUAL OBAT KALEM YOUTUBE

KLIK: Tanda-Tanda Schizophrenia ???

Free Traffic ist ein soziales Netzwerk.(Gratis) Kostenlos anmelden.