Kamis, 18 Agustus 2016

Sebuah memoar yang mengasyikan. Ingatlah kembali saat-saat bahagia ketika Anda masih kecil: tamasya bersama keluarga, bercengkrama dengan sahabat, atau mungkin saat pertama kali Anda mendapatkan kucing atau binatang peliharaan kesayangan Anda lainnya. Apa yang Anda rasakan saat mengingat kembali semua kenangan ini? Besar kemungkinan Anda merasakan aliran kehangatan yang indah dalam hati Anda. Inilah yang kami sebut energi hati.


Ketika aku masih kecil, kakekku, yang kupanggil Poppa, yang sangat kucintai, sering tinggal di rumah kami setiap akhir pekan. Dia tiba setiap hari jumat sambil membawa sekantung kue lapis-cokelat, dan begitu aku melihatnya mulai menapaki tangga menuju pintu depan, boleh dikatakan tubuhku gemetar menahan kegembiraan dan sukacita. Dapat kurasakan energi dalam hatinya meloncat keluar menemui energi dalam hatiku. Aku tak sabar menunggu saat bisa menyeruduk masuk ke pangkuannya dan menyimak berbagai cerita asyik tentang gempa bumi 1906, kariernya di liga Indonesia Super Cup, dan berbagai petualangannya yang lain. Bahkan sebagai anak usia delapan tahun pun sudah jelas bagiku bahwa hati memiliki energi yang meluas melalmpaui tubuh.


Sekarang ilmu pengetahuan meneguhkan pengalaman masa kecilku: hati (maksudnya jantung) memang miliki medan energi yang kuat. The Institute of HeartMatch, kelompok penelitian yang sangat bergensi yang hasil karyanya sudah diverifikasi oleh sejumlah penelitian yang antara lain diselenggarakan oleh Stanford University dan Miami Heart Reseacrh Institute, membuktikan bahwa jantung kita membangkitkan medan elektromagnet disekeliling kita yang diameternya beberapa kaki dan kekuatannya 5000 kali lebih besar daripada medan yang dibangkitkan oleh otak.
Salah satu ukuran kegiatan jantung yang mencerminkan keadaan perasaan dinamakan keragaman denyut jantung (HRV, Heart Rate Variability), yang menunjukkan keragaman selang waktu di antara denyutan jantung yang berurutan. Dalam penelitian yang menggunakan mesin EKG untuk mengukur HRV, Dr. Rollin McCraty dan para peniliti lain di HeartMatch membuktikan bahwa pola jantung manusia tampak berbeda di saat gembira dan di saat marah, jengkel, atau sedih.


Perasaan negatif menimbulkan pola kacau-balau yang dinamakan ketidak-selarasan irama jantung, yang berdampak merusak tubuh. Disaat kita marah, jengkel, sedih, atau bahkan merasa takut dan cemas, hormon stres dan kolesterol dilepaskan ke dalam tubuh, jantung memompa darah dengan lebih cepat, tekanan darah meninggi. Sebaliknya, disaat kita ceria, penuh cinta, dan seimbang dari segi emosi, terciptalah keselarasan irama jantung—halus, bahkan ada pola dalam iramanya.  


Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Institute of HeartMatch, keselarasan irama jantung dapat meningkatkan produksi hormon bagus, seperti hormon anti-penuaan DHEA, yang menormalkan tekanan darah, meningkatkan fungsi koqnitif, dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Dalam suatu penelitian yang terkenal, para peniliti di University of Kentucky menganalisis buku harian yang ditulis 180 orang biarawati sejak mereka berusia dua puluhan dan didapati bahwa para biarawati yang mengungkapkan lebih banyak perasaan positif memiliki masa hidup rata-rata tujuh tahun lebih lama daripada rekan mereka yang mengangkapkan lebih banyak perasaan negatif. Perasaan positif bukan saja terasa menyenangkan, tapi juga baik untuk kita!


Salam sehat selalu, salam bahagia....
Rancupsikoanalisa.com

0 komentar:

RANCUPSIKOANALISA

Popular Posts

KLIK UNTUK MELIHAT DIAZEPAM

Free Retweets

TRACE & TRACKING

JUAL OBAT KALEM YOUTUBE

KLIK: Tanda-Tanda Schizophrenia ???

Free Traffic ist ein soziales Netzwerk.(Gratis) Kostenlos anmelden.