Senin, 29 Agustus 2016

Benar saja, Perasaan negatif menimbulkan pola kacau-balau yang dinamakan ketidak-selarasan irama jantung, yang berdampak merusak tubuh. Disaat kita marah, jengkel, sedih, atau bahkan merasa takut dan cemas, hormon stres dan kolesterol dilepaskan ke dalam tubuh, jantung memompa darah dengan lebih cepat, tekanan darah meninggi. Sebaliknya, disaat kita ceria, penuh cinta, dan seimbang dari segi emosi, terciptalah keselarasan irama jantung—halus, bahkan ada pola dalam iramanya. 


Semua perasaan kita dapat dibagi menjadi dua kategori dasar: Cinta dan Rasa Takut. Semua variasi cinta, seperti rasa berterimakasih, sifat memaafkan, cinta kasih, dan keceriaan, mengembangkan jantung dan menciptakan keselarasan gelombang jantung. Sebaliknya, semua variasi perasaan takut, seperti amarah, kesedihan, rasa sakit, dan bersalah, menciutkan jantung dan menciptakan ketidak-selarasan gelombang jantung. Setiap saat, baik cinta ataupun rasa takut, mengendalikan hidup kita—dan perasaan bahagia atau tidak bahagia akan mengikutinya.


Para peniliti HeartMath menemukan bahwa di saat kita berfokus pada perasaan seperti keceriaan, cinta, dan rasa bersyukur, kita akan mampu menciptakan lebih banyak keselarasan dalam irama jantung sesuka hati. Artinya, kita dapat dengan cepat memulai pengembangan jantung kapan saja sesuka hati. 


Didasari oleh tiga kebiasaan yang mantap untuk membuka hati, Kebiasaan Bahagia untuk Hati; Berfokuslah pada rasa berterimakasih. Amalkan pemberian maaf. Sebarluaskan cinta yang tulus. --Meister Eckhart, Teologiwan Jerman Abad ke-13--  “Jika satu-satunya doa yang Anda ucapkan sepanjang hidup Anda adalah ‘terima kasih’ itu sudah cukup.

0 komentar:

RANCUPSIKOANALISA

Popular Posts

KLIK UNTUK MELIHAT DIAZEPAM

Free Retweets

TRACE & TRACKING

JUAL OBAT KALEM YOUTUBE

KLIK: Tanda-Tanda Schizophrenia ???

Free Traffic ist ein soziales Netzwerk.(Gratis) Kostenlos anmelden.