Senin, 14 Mei 2018

Saat kita sedang merasa sakit, kita pasti akan berobat ke dokter agar bisa sembuh. Dokter pasti akan membuatkan resep obat untuk kita tebus di apotek. Obat tersebut harus kita minum sesuai dengan anjuran yang dijelaskan baik oleh dokter maupun apoteker. Walaupun sudah dijelaskan aturan pakainya dan etiket yang tertera pada obat sudah lengkap, akan tetapi terkadang kita masih merasa bingung saat hendak minum obat. 


Anda mungkin pernah mengalami kejadian ketika berobat ke dokter diberi resep obat, setelah di minum obatnya selama beberapa hari tetapi anda tetap tidak sembuh. Mungkin anda berpikir apakah obatnya yang diberikan kurang manjur.  Coba kita tengok kembali, apakah obat yang kita minum sudah benar cara minumnya atau penggunaannya.
Obat merupakan zat yang memiliki 2 sifat yaitu bersifat menyembuhkan dan bersifat meracuni. Obat bersifat menyembuhkan apabila dikonsumsi dengan cara, dosis, waktu dan aturan yang tepat. Sementara, obat bersifat sebagai racun, bilamana kita mengkonsumsinya dengan tidak tepat.


Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat minum obat: 


Periode minum obat
Setiap obat memiliki aturan waktu minum yang berbeda-beda. Hal ini karena sifat kimia fisika dari masing-masing obat yang berbeda-beda. Ada obat yang diminum 1x sehari, 2x sehari, 3x sehari bahkan bisa lebih tergantung dari jenis obat dan kondisi penyakit pasien. Penggunaan obat 1x sehari bisa diminum pagi hari, siang hari atau malam hari. Sebagai contoh, obat tensi (amlodipine) diminum 1x sehari, sebaiknya diminum pagi hari agar bisa mengontrol tensi kita saat kita sedang berkativitas. Obat antikolesterol (simvastatin) juga diminum 1x sehari, tapi pada malam hari, karena metabolism lemak terjadi di saat malam sehingga obat tersebut efektif di minum pada malam hari.
Untuk obat yang diminum 2x sehari bisa diminum pagi dan malam (pagi dan siang atau siang dan malam sesuai petunjuk dokter) atau 3x sehari, (pagi, siang dan malam). Obat yang diminum lebih dari 3x sehari untuk cara minumnya menyesuaikan waktu aktivitas dengan waktu istirahat agar bisa diminum tepat waktu.
Khusus untuk obat golongan antibiotik, antiinfeksi, antijamur serta antivirus, waktu minum obatnya harus tepat, tiap 24 jam sekali, 12 jam sekali, 8 jam sekali atau 6 jam sekali.


Waktu minum obat
Berdasarkan sifat kimi fisika dari tiap obat yang berbeda, pastilah obat memiliki karakteristik berbeda pula. Ada obat yang diminum sebelum makan, ada pula yang diminum setelah makan. Terkadang kita kurang memperhatikan aspek ini, padahal ini sangat berpengaruh terhadap efektifitas obat di dalam menyembuhkan penyakit kita.
Sebenarnya bagaimana makanan dapat mempengaruhi kerja obat? Hasil kerja obat di dalam tubuh manusia sangat mungkin dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsinya. Mekanismenya bisa terjadi melalui penghambatan penyerapan obat atau dengan mempengaruhi aktivitas enzim di saluran cerna ataupun enzim di hati.
Ada 2 kemungkinan hasil interaksi obat dengan makanan. Ada obat yang berinteraksi dengan makanan dapat menurunkan efektivitasnya, ada juga obat yang dengan diminum bersama makanan dapat meningkatkan efektivitasnya atau mengurangi efek sampingnya pada lambung.


Bacalah aturan pakai dengan seksama, bila diminum sebelum makan, minumlah saat perut kosong (1/4 – 1 jam sebelum makan). Bila diminum sesudah makan maka minumlah saat selesai makan (segera setelah makan atau ½ jam setelah makan). Bila diminum bersama makanan, maka minumlah saat kita sedang makan.


Dosis atau takaran obat
Obat yang dapat menyembuhakan penyakit serta tidak menimbulkan efek samping adalah obat yang diminum dengan dosis atau takaran yang tepat. Untuk dosis obat bisa disesuaikan berdasarkan berat badan atau usia. Sebelum minum obat, perhatikan dengan seksama pada leflet atau etiket obat. Biasanya tertera jumlah obat yang harus diminum untuk sekali pemakaian. Untuk obat dalam bentuk sirup, gunakanlah sendok obat yang disediakan oleh masing-masing obat. Bila tidak tersedia, maka mintalah pada petugas apotek tempat anda membeli obat tersebut.


Untuk obat sirup, jangan menggunakan sendok makan atau teh yang sering kita pakai dirumah karena jumlah takarannya tidak sama dengan takaran menggunakan sendok obat. Umumnya 1 sendok obat/takar setara dengan 5 ml. Sendok makan yang ada dirumah kita kurang lebih sekitar 7ml. Seharusnya 1 sendok makan setara dengan 15 ml. Oleh karena itu, selalu gunakan sendok obat/takar yang sesuai agar kita minum obat dengan dosis yang tepat.
Konsultasikanlah pada dokter atau apoteker bila anda merasa ragu-ragu saat hendak minum obat.

Semoga artikel ini bermanfaat.

0 komentar:

RANCUPSIKOANALISA

Popular Posts

KLIK UNTUK MELIHAT DIAZEPAM

Free Retweets

TRACE & TRACKING

JUAL OBAT KALEM YOUTUBE

KLIK: Tanda-Tanda Schizophrenia ???

Free Traffic ist ein soziales Netzwerk.(Gratis) Kostenlos anmelden.